Saturday, October 24, 2015

Utilitarianisme (Tugas)

Pendahuluan
Utilitarianisme merupakan bagian dari etika filsafat mulai berkembang pada abad ke 19 sebagai kritik atas dominasi hukum alam. Sebagai teori etis secara sistematis teori utilitarianisme di kembangkan Jeremy Betham dan muridnya, John Stuart Mill. Menurut mereka Utilitarianisme disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happines theory). Karena utilitiarianisme dalam konsepsi Bentham berprinsip the greatest happiness of the greatest number. Kebahagiaan tersebut menjadi landasan moral utama kaum utilitarianisme, tetapi kemudian konsep tersebut di rekonstruksi Mill menjadi bukan kebahagiaan pelaku saja, melainkan demi kebahagiaan semua. Dengan prinsip seperti itu, seolah-olah utilitarianisme menjadi teori etika konsekuensialisme dan welfarisme.

Teori
Menurut (Shomali, 2005: 11), Utilitarianisme terkadang disebut dengan Teori Kebahagiaan Terbesar yang mengajarkan tiap manusia untuk meraih kebahagiaan (kenikmatan) terbesar untuk orang terbanyak. Karena, kenikmatan adalah satu-satunya kebaikan intrinsik, dan penderitaan adalah satu-satunya kejahatan intrinsik. Oleh karena itu, sesuatu yang paling utama bagi manusia menurut Betham adalah bahwa kita harus bertindak sedemikian rupa sehingga menghasilkan akibat-akibat baik sebanyak mungkin dan sedapat dapatnya mengelakan akibat-akibat buruk. Karena kebahagianlah yang baik dan penderitaanlah yang buruk.
Kebahagiaan tercapai jika ia memiliki kesenangan dan bebas dari kesusahan. Suatu perbuatan dapat dinilai baik atau buruk sejauh dapat meningkatkan atau mengurangi kebahagiaan sebanyak mungkin orang. Prinsip kegunaan harus diterapkan secara kuantitatif, karena kualitas kesenangan selalu sama sedangkan aspek kuantitasnya dapat berbeda-beda.
Dalam pandangan utilitarisme klasik, prinsip utilitas adalah the greatest happiness of the greatest number (kebahagiaan yang sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang). Hal ini dapat dipahami bahwa di mana kebahagiaan disamakannya dengan kenikmatan dan dengan kebebasan perasaan sakit. Berkat konsep fundamentalnya tersebut Jeremy Bethamdiakui sebagai pemimpin kaum Radikal Filosofis yang sangat berpengaruh. Akan tetapi teori yang di usung Betham tersebut mempunyai banyak kelemahan terutama tentang moralitas, sehingga para pengkritik mencelanya sebagai pig philosophy; filsafat yang cocok untuk Babi. Salah paham tersebut kemudian berusaha diluruskan kembali oleh pengikutnya, Jhon Stuart Mill

Contoh kasus
Suatu contoh utilitarian dapat kita lihat pada sistem produksi makanan ringan biskuit Oreo. Seperti yang telah diketahui bahwa produk makanan ini merupakan makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat terlebih anak-anak. Produk makanan ini dapat dikatakan produk yang harganya terjangkau bagi masyarakat.

Analisis
Berdasarkan obsrvasi, pada awal produksinya berjalan dengan baik dan sesuai uji kesehatan dan gizi makanan. Namun, belakangan ini terdengar bahwa ada penyelewenangan terhadap bahan baku digunakan yang sangat merugikan masyarakat. Hal ini terjadi dengan alasan adanya krisis ekonomi global yang mengakibatkan bahan baku produksinya lebih mahal dan implikasinya ke profit yang diinginkan manajemen produk makanan Oreo tersebut menurun. Sehingga mereka ingin mengurangi biaya produksi dengan menggunakan bahan baku yang tidak semestinya. Yang mengakibatkan adanya dampak medis dan kerugian material bagi konsumen.
Sesuai dengan teori utilitarianisme menyatakan bahwa tindakan dan kebijakan pengambilan keputusan ini perlu dievalusi menjadi tindakan yang “benar”. Sehingga keinginan untuk mendapatkan keuntungan yang besar harus dilakukan dengan produksi yang benar sehingga tidak merugikan masyarakat dan dapat mengembalikan nama baik perusahaan ke konsumen.

Referensi

Sunday, October 11, 2015

Kasus Etika Bisnis Indomie Di Taiwan (Tulisan)

Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar. Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis, bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta kualitas yang tidak kalah dari produk-produk lainnya.
Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran. Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.
Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. “Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.
A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%. Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah. Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.

Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.

Hari raya Galungan (Tugas)

Pendahuluan
Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu setiap 6 bulan Bali (210 hari) yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
Perayaan hari raya Galungan identik dengan pemasangan penjor di tepi jalan di depan setiap rumah. Sehingga membuat suasana modern terlihat alami dan indah. 10 hari setelah perayaan hari raya Galungan akan diikuti oleh hari raya Kuningan.
Penjor adalah hiasan yang terbuat dari bambu dan dihias sedemikian rupa sesuai dengan tradisi masyarakat Bali setempat. Penjor yang terpasang di tepi jalan (setiap rumah) itu sendiri merupakan haturan ke hadapan Sang hyang Widhi Wasa (Tuhan YME).
Hingga kini sebenarnya belum ada yang bisa memastikan kapan tepatnya upacara besar ini pertama kali diadakan di Indonesia. Apabila bertepatan dengan purnama, Galungan di adakan dengan upacara yang lebih utama dan lebih meriah. Disamping itu ada keyakinan bahwa hari Purnama itu adalah hari yang diberkahi oleh Sanghyang Ketu yaitu Dewa Kecemerlangan.
Galungan sempat dihentikan perayaannya pada masa Raja Sri Ekajaya (tahun Saka 1103) dan Raja Sri Dhanadi. Namun saat Galungan dihentikan perayaannya banyak terjadi musibah dan malapetaka yang menimpa Bali, saat itu banyak pejabat pejabat wafat diusia yang relatif masih muda. Saat Raja Sri Dhanadi mangkat dan digantikan Raja Sri Jayakasunu pada tahun 1126 Saka, barulah Galungan dirayakan kembali setelah beberapa puluh tahun tidak dirayakan.

Teori
Arti dari kata Galungan sendiri berasal dari Jawa Kuno yang berarti bertarung, atau biasa disebut dengan Dungulan yang berarti menang. Sedangkan perbedaan penyebutan wuku Galungan (Jawa) dan wuku Dungulan (Bali) adalah sama artinya, yaitu menang.
Menurut Lontar Purana Bali Dwipa, hari raya Galungan pertama kali dirayakan pada hari purnama kapat (Budha Kliwon Dungulan) di tahun 882 Masehi atau tahun saka 804. Lontar tersebut berbunyi: “Punang aci Galungan ika ngawit, Bu, Ka, Dungulan sasih kacatur, tanggal 15, isaka 804. Bangun indria Buwana ikang Bali rajya.” Artinya: “Perayaan (upacara) Hari Raya Galungan itu pertama-tama adalah pada hari Rabu Kliwon, (Wuku) Dungulan sasih kapat tanggal 15, tahun 804 Saka. Keadaan Pulau Bali bagaikan Indra Loka.”
Lontar sendiri merupakan pustaka suci (yang disucikan)/kitab pedoman bagi umat Hindu.
Galungan dan Kuningan dirayakan sebanyak dua kali dalam setahun kalender Masehi. Perhitungan perayaan kedua hari raya tersebut berdasarkan kalender Bali. Galungan setiap hari Rabu pada wuku Dungulan. Sementara Kuningan setiap hari Sabtu pada wuku Kuningan.

Makna hari raya Galungan dan Kuningan
Secara filosofis, Hari Raya Galungan dimaksudkan agar umat Hindu mampu membedakan dorongan hidup antara adharma dan budhi atma (dharma = kebenaran) di dalam diri manusia itu sendiri. Kebahagiaan bisa diraih tatkala memiliki kemampuan untuk menguasai kebenaran.
Dilihat dari sisi upacara, adalah sebagai momen umat Hindu untuk mengingatkan baik secara spiritual maupun ritual agar selalu melawan adharma dan menegakkan dharma. Bisa disimpulkan bahwa inti Galungan ialah menyatukan kekuatan rohani agar umat Hindu mendapat pendirian serta pikiran yang terang, yang merupakan wujud dharma dalam diri manusia.
Analisis
Galungan adalah menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang inilah wujud dharma dalam diri. Sedangkan segala kekacauan pikiran itu (byaparaning idep) adalah wujud adharma. Dari konsepsi lontar Sunarigama inilah didapatkan kesimpulan bahwa hakikat Galungan adalah merayakan me-nangnya dharma melawan adharma.

Referensi
http://www.mediahindu.com/asal-usul/makna-hari-raya-galungan-dan-kuningan-di-bali.html

http://bali.panduanwisata.id/pura-hindu-bali/merayakan-hari-raya-galungan/

Wednesday, April 29, 2015

Mom or Columbia??

Seminggu berlalu setelah ujian masuk universitas, aku hanya berharap bisa kuliah, tapi tidak begitu mengharapkan lulus di universitas terbaik di kotaku ini. Tetapi menunggu pengumuman kelulusan itu membuatku merasa bosan, aku tidak sabar dengan hasil kerja kerasku selama ini. Tetapi sebenarnya masih ragu dengan universitas yang aku masuki, karena menurutku terlalu banyak yang mendaftar dengan jurusan yang sama denganku.
Hari ini entah kenapa aku kembali mereview semua kejadian dan aktivitas yang pernah aku lakukan di sekolahku dulu. Aku masih ingat, aku dan temanku pernah menulis keinginan-keinginan setelah lulus SMA, ya tepatnya di dinding belakang kelas. Saat itu aku hanya menulis dua kata.  Aku juga masih ingat aku dan temanku juga pernah mendaftar “Student Exchange”, dan orang tuaku sama sekali tak mengetahuinya, tapi sayang sekali untuk tes kedua aku tidak lulus.  Tiba-tiba lamunanku buyar dengan kedatangan papa.
“Setiap hari kamu hanya menuggu email masuk, apa  email yang kamu tunggu sangat penting?”
“tidak” jawabku.
Tiba-tiba suara pecahan kaca terdengar dari kamar mama, aku segera kesana, sekilas aku mendengar papa berkata “sudah kukatakan tak akan berhasil walaupun dia tetap disini”. Aku melihat pecahan cermin di lantai dan tangan mama yang berdarah.
 aku menuju keluar rumah dan duduk di teras rumah sambil menghirup udara segar malam itu. Pikiranku bertambah kacau, karena kondisi mama yang tidak membaik.  Mama mengidap penyakit psikologis yang sangat sulit untuk di diagnosa. Sejak aku SMP aku sering menemani mama untuk terapi, tetapi terapi tersebut tidak membawa keberhasilan, dan mama sempat dirawat di rumah sakit. Aku hanya berfikir kalau aku kuliah di tempat yang jauh siapa yang akan menjaga mama.
Beberapa menit kemudian, papa menghampiriku sambil membawa tab milikku.
“apakah kamu akan memberitahuku, kamu mendaftarkan diri dimana?”
“aku tidak ingin mama tau” jawabku
Aku sangat mencemaskan kondisi mama, apalagi mama tak ingin aku meninggalkannya. Kalau dia mengetahui aku mendaftar di Universitas yang sudah lama aku inginkan, pasti kondisinya akan memburuk lagi, aku menjadi kebingungan antara harus memilih menjaga mama dan kuliah di kota ini atau mengambil kesempatan di universitas yang aku inginkan jika aku lulus.
“dia akan baik-baik saja”jawab papa meyakinkanku, dan memberikan tab milikku dan menyuruhku membuka email masuk.
Aku segera membuka dan membaca email itu, aku tersenyum. “aku lulus” ucapku “di Columbia University”.
“kamu lulus di universitas Columbia?!”
“ya, aku lulus “ jawabku bersemangat
Malam itu aku segera membereskan barang-barangku dan membeli tiket pesawat secara online.
Perjalananku yang jauh dan memakan waktu yang banyak membuatku lelah, tetapi itu semua hilang ketika aku sampai di tujuan, aku segera mengurus semua hal yang berhubungan dengan kampus. Di kampus ini di sediakan asrama, aku masih ingat ketika mendaftar aku memilih untuk tinggal di asrama, karena menurutku akan lebih baik di asrama sehingga aku bisa fokus terhadap kuliahku. Dan  di asrama aku memiliki teman sekamar, aku berharap bisa menjadi teman baikku nantinya.
Hari pertama kuliah, pihak kampus mengajak mahasiswa baru untuk berkeliling dan memperkenalkan area-area di kampus. Pihak kampus memperkenalkan perpustakaan mereka kepada mahasiswa baru, perpustakaan ini sangat terkenal karena memiliki koleksi buku yang sangat lengkap.
Ketika awal perkuliahan, papa mengabariku kalau mama harus di bawa kembali ke rumah sakit untuk di rawat. Aku sangat kecewa dengan keputusan papa, aku tidak pernah ingin mama untuk di rawat di sana karena dia akan merasa sangat kesepian. Tapi papa meyakinkanku kalau dia akan sering mengunjungi mama.  Sempat terpikir olehku untuk kembali kerumah dan membuang keinginanku kuliah di universitas ini, tetapi papa kembali meyakinkanku dan menenagkanku, dia berjanji akan merawat mama.

1 tahun kemudian
Sudah setahun berlalu, 2 semester aku lewati, indeks prestasi akademikku meningkat tiap semesternya. Kerja kerasku untuk kuliah di Universitas ini tidak sia-sia. Aku sangat senang , akhirnya aku bisa kuliah di universitas yang sangat aku inginkan , walaupun harus mengorbankan hal-hal penting, yaitu meninggalkan mama dalam kondisinya yang kurang baik. Dan setahun belakangan ini aku juga mendengar kondisi mama semakin membaik.hal tersebut tentunya membuatku cukup tenang.

Friday, April 17, 2015

Jokowi Masuk 100 Tokoh Paling Berpengaruh 2015 Versi "Time"

Presiden Joko Widodo atau Jokowi masuk dalam jajaran 100 tokoh paling berpengaruh di dunia tahun 2015 versi majalah Time.

Situs resmi Time, Kamis (16/4/2015), menyatakan, Presiden Jokowi masuk dalam kategori "Leaders” bersama 31 sosok berpengaruh lainnya, antara lain Presiden AS Barack Obama, mantan Menteri Luar Negeri AS yang kini maju sebagai bakal calon presiden negara itu dari Partai Demokrat Hillary Clinton, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Perdana Menteri India Narendra Modi, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Rusia Vladimir Putin. 

Time menampilkan pendapat mantan Presiden Bank Dunia dan mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Paul Wolfowitz, terkait kiprah Jokowi. Wolfowitz menjuluki Jokowi sebagai "Indonesia's anti-extremist".

Wolfowitz membeberkan perjalanan karier Jokowi. Dari pemuda sederhana yang kemudian menjadi pengusaha dan politisi, yaitu sebagai Wali Kota Solo yang sukses, gubernur salah satu megacity terbesar di dunia, sampai menjadi presiden. Wolfowitz menulis bahwa Jokowi merupakan "orang biasa" pertama yang mampu mencapai prestasi tersebut. Sejak terpilih, Jokowi telah memancarkan aura youthful dan pendekatan yang dekat dengan rakyat. 

Secara khusus, Wolfowitz terkesan dengan keberanian Jokowi melawan kaum ekstremis berbasis agama yang menolak penunjukan seorang perempuan Kristen sebagai lurah di kawasan Jakarta Selatan. Wolfowitz tampaknya merujuk pada penunjukan Susan Jasmine Zulkifli sebagai lurah di Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tahun 2013.

Di bagian akhir tulisannya, Wolfowitz menambahkan, komitmen Jokowi mempertahankan keberagaman budaya dan agama sangat penting. Hal itu tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga bagi dunia yang memerlukan Indonesia sebagai contoh negara Muslim berdemokrasi yang sukses. Namun, Jokowi harus memaksimalkan popularitasnya dan melakukan perubahan di Indonesia serta melawan pihak dan kepentingan yang menolak adanya perubahan.

Majalah Time juga pernah menampilkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam  daftar bergengsi itu pada tahun 2009.

Tuesday, April 7, 2015

Penalaran, Silogisme dan Entimen

Penalaran

Penalaran merupakan suatu corak atau cara seseorang mengunakan nalarnya dalam menarik kesimpulan sebelum akhirnya orang tersebut berpendapat dan mengemukakannya kepada orang lain.

Penalaran dapat dibedakan menjadi :
Penalaran Induktif  adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat khusus.
Penalaran Deduktif adalah proses penalaran    untuk  menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang  bersifat umum.

Penarikan kesimpulan :
Proporsi suatu proses berfikir yang berusaha menghubungkan fakta yang diketahui menuju ke pada suatu kesimpulan.
Inferensi (infere) (menarik kesimpulan) proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui.
Implikasi (implicare) (melibat / merangkum) rangkuman, sesuatu yang dianggap ada karena sudah di rangkum dalam fakta/ evidensi itu sendiri.
Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatau fenomena.

Pengujian data
Langkah pengujian data:
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas

Silogisme dan Entimen

Silogisme : Bentuk Penalaran dengan cara menghubung-hubungkan dua pernyataan yang berlainan untuk dapat ditarik simpulannya. Silogisme termasuk dalam penalaran deduktif.
Unsur silogisme:
  1. Premis Umum (Premis Mayor) à menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (A) memiliki sifat atau hal yang tersebut pada (B)
  2. Premis Khusus (Premis Minor) à menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang (C) adalah anggota golongan tertentu (A)
  3. Simpulan: menyatakan bahwa sesuatu atau seseoarng itu (C) memiliki sifat atau hal yang tersebut pada B

Jenis silogisme
1. Silogisme Kategorial adalah salah satu premis merupakan anggota premis yang lain.

Rumus:
PU: Semua A=B
PK: Semua C=A
S  : Semua C=B

Contoh :
PU       : Setiap mahasiswa rajin
PK       : Nora adalah mahasiswa
S          : Nora rajin

Silogisme negatif yaitu ada kata bukan atau tidak
Contoh:
PU: Mahasiswa Gunadarma melakukan penelitian ilmiah
PK: Yeni bukan mahasiswa Gunadarma
S  : Yeni  tidak melakukan penelitian ilmiah

2. Silogisme hipotesis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotetis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris.

Contoh:
PU: Jika hari ini tidak kuliah, saya pergi ke pantai
PK: Hari ini kuliah
S  : Saya tidak pergi ke pantai

3. Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif

Contoh  :
PU:
Jihan berada di masjid atau di sekolah
PK: Jihan berada di sekolah
K  : Jihan tidak berada di masjid

Entimen
Suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Rumus:
C=B karena C=A

Contoh:
PU: Semua binatang buas karnivora (Semua A=B)
PK: Harimau binatang buas (C=A)
K  : Harimau karnivora (C=B)

Bentuk Entimennya: Harimau karnivora karena ia adalah binatang buas






Tuesday, December 30, 2014

Manfaat Smoothies

Bukan sekadar tren, minuman satu ini juga punya banyak manfaat kesehatan termasuk untuk menjaga ukuran berat badan.

Kurangi Berat Badan
Rahasia untuk menurunkan berat badan ada pada asupan protein untuk membentuk jaringan otot. Jadi dengan mengonsumsi smoothies yang telah dicampurkan plain yogurt atau susu rendah lemak akan membantu Anda untuk memenuhi kebutuhan protein tersebut. Plus, membuat Anda kenyang lebih lama.

Memberikan Asupan Energi dan Menstabilkan Gula di Dalam Darah.
Kandungan serat dalam buah dalam gelas smoothies Anda dapat membantu menyeimbangkan jumlah gula dan kalori di dalam tubuh. Sehingga lebih perlahan diserap tubuh dan menyediakan energi selama beberapa waktu yang cukup lama.

Pencernaan Makin Baik
Asupan serat dari buah dan sayuran dalam smoothies menjadi salah satu faktor kunci untuk meningkatkan kemampuan tubuh untuk menghilangkan kotoran secara teratur.

Makanan Pengganti
Yes dear, Anda tak salah membaca subjudul Cosmo ini! Awalnya smoothies memang sebagai minuman, tapi saat Anda menambahkan bahan mengandung protein dan beberapa biji-bijian seperti biji rami dan biji bunga matahari, ini akan jadi pilihan asupan bergizi tinggi. Hasil akhirnya ini bukan hanya sekadar minuman, tapi menenjadi makanan pengganti.